Ini Dia, Tips Pemupukan Kelapa Sawit yang Tepat Agar Produktivitas Makin Maksimal

Dewasa ini, permintaan dunia terhadap kelapa sawit semakin meningkat tajam. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Untuk semakin memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah Indonesia tengah merencanakan hilirisasi industri kelapa sawit. Hilirisasi industri yang direncanakan pemerintah tak hanya sebatas pembukaan lahan untuk penanaman kelapa sawit semata, tetapi juga mendukung seluruh tahap produksi dan pengolahan hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan.

Buah Kelapa sawit

Pohon Kelapa Sawit

Kebijakan tersebut tentu saja diwarnai oleh beragam kontroversi baik pro maupun kontra, terutama terkait adanya dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan. Di sisi lain, perluasan lahan dan hilirisasi sawit yang dilakukan pemerintah dapat menjadi potensi yang luar biasa bagi kemaslahatan perekonomian rakyat Indonesia.

Terlepas dari kontroversi yang ada, penting untuk diketahui beragam upaya yang dapat dilakukan guna memaksimalkan produktivitas kelapa sawit. Salah satunya adalah dengan menerapkan metode pemupukan yang tepat. 

Pemupukan memegang peranan yang sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas dan produktivitas kelapa sawit. Hampir 50% dari biaya yang dikeluarkan dalam budidaya sawit digunakan untuk pupuk. Empat hal pokok yang harus dipertimbangkan dalam melakukan pemupukan yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara.  

Agar produktivitas semakin maksimal, perhatikan beberap tips di bawah ini terkait pemupukan yang tepat pada kelapa sawit:

Garden trowel scooping soil from a black plastic bag, ideal for home gardening projects.

  • Lakukan Pemupukan pada Fase Pembibitan (1 – 12 bulan)

Tahap pembibitan merupakan tahap awal pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit. Pada fase ini, gunakan NPK 15-15-6-4 yang diberikan setiap tiga bulan sekali, dengan dosis pemupukan 30 gram per pohon untuk usia 1-3 bulan dan 75 gram per pohon saat usia 4-12 bulan. Pupuk tersebut sangat penting untuk diberikan selama fase awal pembibitan karena mengandung unsur Nitrogen (N) dan Fosfor (P) yang tinggi.

Nitrogen dan Fosfor sangat diperlukan terutama dalam mendukung perkembangan vegetatif tanaman agar terbentuk sistem perakaran dan daun yang sehat. Selain itu, kandungan Magnesium Oksida (MgO) dalam pupuk tersebut dapat meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara sehingga mendukung pertumbuhan kelapa sawit yang optimal.

  • Lakukan Pemupukan pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (1 – 4 tahun)

Pemupukan selanjutnya dilakukan di tahap Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan vegetatif dengan maksimal guna mempersiapkan produksi buah. Pada tahap ini, sangat dianjurkan untuk memberikan pupuk dengan kandungan N dan P tinggi, yang dilengkapi dengan Kalsium dan beberapa unsur hara mikro lainnya (Trace Elemen/ TE).

Jenis pupuk yang direkomendasikan adalah NPK 12-12-17-2+TE dengan dosis 2 sampai 2,5 kg per pohon, yang diberikan sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun. Kandungan Trace Elemen dalam tahap ini penting untuk mempertahankan fungsi fisiologis tanaman dengan maksimal.

  • Lakukan Pemupukan pada Fase Tanaman Menghasilkan (4 tahun – di atas 20 tahun)  

Pemupukan pada tahap ini bertujuan untuk memacu dan meningkatkan produksi buah. Berbeda dengan tahap pembibitan dan TBM, pada fase ini dibutuhkan pupuk dengan kandungan Phospor dan Kalium (K) yang tinggi.

Jenis pupuk yang direkomendasikan adalah NPK 13-6-27-4+0,65B atau NPK 13-8-27-4+0,5B. Pupuk tersebut memiliki kandungan Nitrogen dan Fosfor yang tinggi, yang dilengkapi dengan Magnesium (Mg) atau Boron (B).

Pemupukan ini dilakukan dua kali setahun, yaitu awal musim hujan dan akhir musim hujan. Dosis pemupukan 2 – 2,5 kg per pohon untuk usia 4 – 8 tahun, 3 – 4 kg per pohon untuk usia 9 – 13 tahun, 2 – 3,5 kg untuk usia 14 – 20 tahun, 2 – 3 kg untuk usia di atas 20 tahun. 

Fosfor penting dalam pembentukan energi sel untuk mendukung metabolisme. Selain itu, Fosfor juga penting dalam pembentukan akar, pertumbuhan bunga, dan menentukan kualitas buah.  Kalium berperan dalam proses translokasi hasil fotosintesis ke seluruh bagian tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, serta meningkatkan kualitas hasil panen. Boron berperan untuk mempersiapkan sistem perbungaan yang ideal, sedangkan Magnesium berperan dalam transportasi energi, metabolisme dan fotosintesis yang mendukung kualitas produksi buah pada kelapa sawit.

Melalui pemberian pupuk yang tepat cara, tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, dan tepat sasaran merupakan modal utama untuk produksi kelapa sawit yang optimal. Para petani sawit sebaiknya memahami dengan baik aturan-aturan dalam pemupukan secara tepat. 

Sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan efisiensi penyerapan pupuk adalah dengan mengaplikasikan Trichoderma. Trichoderma mampu meningkatkan efiisiensi pemupukan, menyuburkan tanah, meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman, membentuk sistem perakaran yang sehat, bahkan efektif untuk memberantas Ganoderma yang terkenal sangat berbahaya bagi kelapa sawit. Tridhataagro telah mengembangkan produk Trichoderma yang telah dirancang khusus bagi kelapa sawit dan telah terjamin efektivitasnya.

 

Find us on
Instagram  : Instagram.com/Planteria.id

Whatsapp  https://wa.me/6281297981606

Tiktok  https://www.tiktok.com/@planteria.id?lang=en

Tips dan info produk : https://linktr.ee/orderplanteria

Shopee  https://shopee.co.id/bambangs09?page=1&sortBy=pop

Tokopedia https://www.tokopedia.com/planteriaid

Web https://www.planteria.id/  

Share the Post:

Related Posts