Apa itu penyakit Layu Fusarium?
Penyakit layu fusarium pada cabai menjadi topik yang sangat penting untuk dibahas secara khusus. Dari sekian banyak penyakit-penyakit yang menyerang tanaman cabai, penyakit layu fusarium menjadi salah satu yang paling ditakuti.
Tanaman cabai yang sudah terserang penyakit Fusarium memiliki peluang yang sangat kecil untuk diselamatkan apabila tidak segera diatasi. Alhasil, produktivitas cabai menurun drastis dan petani pun akan mengalami kerugian besar.

Layu Fusarium disebabkan karena infeksi jamur Fusarium oxysporum. Penyakit ini lebih rentan menyebar pada musim hujan daripada musim kemarau. Oleh karena itu, petani cabai biasanya akan mulai menanam pada musim kemarau yaitu periode bulan April-September.
Pada periode bulan tersebut, kelembaban udara lebih rendah dan cuaca lebih kering sehingga meminimalisir serangan jamur Fusarium. Harga cabai pada musim hujan pun biasanya meningkat tajam seiring dengan semakin tingginya risiko gagal panen. Oleh karena itu, petani harus memberikan perawatan yang ekstra agar cabainya dapat dipanen dengan maksimal meski di musim penghujan.
Bagaimana Ciri-Ciri Tanaman Cabai yang Terkena Penyakit Fusarium?

Tanaman cabai yang terserang Fusarium dapat dikenali melalui beberapa tanda berikut ini:
- Layu Satu Sisi Tanaman
Terjadi layu pada bagian-bagian tertentu tanaman. Daun tampak layu, menguning, kering dan menggulung. Layu biasanya terjadi saat cuaca panas di siang hari, dan kembali segar di sore hari saat cuaca sejuk.
- Kerusakan Akar
Akar menjadi busuk, berwarna coklat kehitaman dan lembek.
- Lesi pada Batang
Terdapat bintik-bintik hitam atau lesi pada batang yang semakin lama semakin membesar.
- Pertumbuhan Terhambat
Tanaman lebih kecil dari tanaman sehat, jumlah daun sedikit, hasil buah sedikit dengan ukuran yang lebih kecil, dan terjadi kerontokan prematur buah.
- Busuk pada Buah
Buah busuk dari ujung atau pangkal, sifatnya tidak terlalu basah dan tidak berbau busuk, terdapat retakan pada kulit buah, buah berwarna coklat kehitaman pada bagian tertentu.
Bagaimana Cara yang Mengatasi Serangan Fusarium?
Apabila mendapati ciri-ciri di atas, segera lakukan pemangkasan pada bagian yang diserang agar tidak menyebar ke bagian maupun tanaman lain. Meskipun demikian, alangkah lebih baik apabila dilakukan pencegahan daripada pengobatan. Karena Fusarium termasuk penyakit yang sukar diatasi apabila sudah terlanjur menyerang.
Teknik pencegahan Fusarium yang paling direkomendasikan adalah dengan memperbaiki kualitas tanah. Tanah adalah media utama penyebaran Fusarium. Dengan memastikan pengelolaan tanah yang baik berarti telah melakukan pencegahan terbaik dari Fusarium bahkan meningkatkan kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Berikut adalah teknik pengelolaan tanah untuk mencegah Fusarium:
- Lakukan sanitasi tanah
Sanitasi tanah sangat penting untuk dilakukan sebagai tahap awal pencegahan Fusarium. Sebelum dilakukan penanaman, pastikan tanah telah steril dari sisa-sisa tanaman yang terserang penyakit. Sanitasi tanah dapat dilakukan dengan penyiraman air panas atau dengan menaburkan Trichoderma.
- Mengatur kelembaban tanah
Fusarium sangat menyukai kondisi tanah yang lembab. Oleh karena itu, pastikan tanah memiliki sistem drainase yang baik agar tanah tidak tergenang.
- Lindungi benih dengan Trichoderma
Melindungi benih dengan Trichoderma sama halnya seperti memberikan imunitas dan perlindungan yang kuat sedini mungkin. Caranya, lakukanlah perendaman benih dengan Trichoderma selama 3 – 15 menit, lalu kering anginkan selama beberapa saat. Perendaman trichoderma memungkinkan spora Trichoderma menempel pada permukaan benih sehingga kemungkinan bertunas dan selamat dari Fusarium semakin tinggi.
- Lakukan rotasi tanaman
Pergiliran tanaman dapat memberikan tanah kesempatan untuk beristirahat sejenak dari infeksi. Gantilah dengan tanaman yang tidak rentan Fusarium pada musim berikutnya.
- Pengendalian pH tanah
Fusarium sangat menyukai tanah dengan pH asam. Oleh karena itu, untuk mencegah Fusarium, sesuaikan pH tanah pada rentang pH 6 hingga 6.5.
Selain itu, untuk memberikan perlindungan dan penanganan yang maksimal, Anda dapat mengaplikasikan produk Trichoderma yang dikembangkan oleh PT Tridhataagro. Kombinasi Trichoderma dan Gliocladium pada produk ini telah terbukti ampuh untuk mengatasi Fusarium dengan efektifitas sebesar 97%. Tidak hanya dapat memberantas fusarium, produk ini juga dapat meningkatkan kesehatan pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas semakin maksimal.
Find us on
Instagram : Instagram.com/Planteria.id
Whatsapp : https://wa.me/6281297981606
Tiktok : https://www.tiktok.com/@planteria.id?lang=en
Tips dan info produk : https://linktr.ee/orderplanteria
Shopee : https://shopee.co.id/bambangs09?page=1&sortBy=pop
Tokopedia : https://www.tokopedia.com/planteriaid

